TGM Niciren Syosyu Indonesia
Written by finkatiq   
Tuesday, 06 July 2010
Temu Generasi Muda Parisada Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (TGM NSI) ke 23 dopusatkan di Tanjung Kodok Beach Resort Paciran Lamongan

Pertemuan yang berlangsung 3 hari  dibuka 2 juli 2010,di hadiri 202 orang berbaju seragam atas putih bawahan hitam. Mereka duduk rapi didepan podium uang dilengkapi seperangkat persembahyangan kkhas umat Buddha. Peserta dari SD hingga Mahasiswa, serentak berdiri saat rombongan Tamu masuk  dan segera mengalungkan  untaian bunga  ungu kepada para tamu undangan tersebut.  Diantara undangan  yang hadir, tampak Dirjen Bimas Buddha Budi Setiawan, Direktur Fasilitasi Organisasi  Sosial Politik dan Kemasyarakatan Kemendagri Suhadman Syah, Bupati Lamongan Masfuk dan wakilnya,  serta beberapa pejabat Pemprof Jatim dan Lamongan, tak  ketinggalan  Ketua Umum NSI Pusat  Suhadi Senjaya.

Kental sekali suasana bernuansa Buddha dan Jepang, namun dengan penampilan 3 penari  Serimpi dari anggota TGM NSI berubah bernuansa Jawa . Mereka  dengan demulainya serta lirikan mata mengundang decak kagum undangan dan  peserta pertemuan. Dilanjutkan  menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diakhir acara dinyanyikan pula lagu  Indonesia Pusaka  dengan  bahasa Insonesia dan Mandarin.

Dipilihnya LAmongan sebagai tempat Pertemuan ini, karena Lamongan dipandang  Toleransi beragamanya cukup tinggi, " Kegiatan ini sebagai sumbangsih NSI untuk peningkatan SDM Indonesia. Lamongan dipilih karena kehidupan  toleransi beragama didaerah ini  cukup tinggi meski mayoritas muslim ",  kata Ketua Umum NSI Suhadi senjaya.

TGM NSI bukan hanya ajang pertemuan semata, para peserta rencana diajak  berkunjung ke Pompes Al Islah Pacuran, ziarah  ke Makam Sunan Drajad, berkunjung ke Desa  dengan ringkat kerukunan tertinggi Desa Balin kecamatan Turi, merupakan desa Pancasila Indonesia denga kerukunan pengikut 5 agama dan ke makam ibundanya Gajah Mada di cancing Ngimbang.

Berdirinya Negara Indonesia, karena generasi mudanya. Karena itu generasi muda  pulalah yang harus membangun kembali bangsa ini, kata Suhadman Syah diawal pembukaan. Sementara Bupati Lamongan Masfuk menyatakan , untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa harus selau berfikir dan bersikap positip. Dia meyakini dengan kerukunan  dan toleransi yang selalu dibina dan dijaga,  jangan terkotak-kotak, kelak akan terwujud ramalan  Indonesia akan menjadi negara maju  dan makmur.