Kenduri Cinta di muara lautan Janji
Written by finkatiq   
Friday, 07 May 2010
Gairah ditengah seminar, usai ke 4 balon Pilkadal menjelentrehkan Visi dan Misi digedung DPRD Lamongan kamis  6 mei 2010.

Dalam  lapangan  desa sudah tiga hari ini berlangsung  acara  yang dihadiri segenap warga  serta  warga daerah lain, mereka  menyaksikan  aneka  hiburan dan hasil buah rampai warga setempat. Ramai sekali,  wajah-wajah  sumringah menebar senyum kehausan akan hiburan.  Tak penting siapa yang mempelopori yang penting happy, yang penting senang bisa berkumpul, saling menyapa tetangga dan tak lupa membeli oleh-oleh atau  souvenir hasil kerajinan  yang lama menghilang entah kemana.

Disebelah lapangan yang lebih luas, berjejer 4 mobil berbeda, sopir dan kernetnya berbaju menarik mata, crewnya berpakaian amat mencolok dan umumnya menggairahkan. Diseberangnya berdiri dengan anggunnya. Bus Besar masih kosong dengan penumpang yang masih menunggu sang sopir.  Siapa kah sopir yang mampu membawa Bus dan  penumpang senang ?

      Suara hentakan kendang dari pengrawit cilik mengiringi rancaknya tarian kuda lumping, dan jaran jenggo yang malam itu  mempesona sekali, disebelahnya penjual kipas bamboo, jekrike’an dari lontar aren abis bis…. Juga  penjual  tas kulit pisang  dan klarasnya, serta penjual batik  dengan inovasi motif yang mudah dikenal dan unik menyebabkan semakin hati ingin memborongnya. Malam semakin larut pertunjukan diganti irama slow tarian pesisiran dibalut batik Sendang menambah pesonanya kenyah-kenyah ayu dalam berlenggak-lenggok.  Malam itu  semua pulang dengan kesan mendalam, tanpa ada keributan seperti pertunjukan dangdut dan irama koplo yang bergedek ria.

 

G Gambaran diatas  merupakan illustrasi dari sekian banyak masyarakat seni , tidak hanya melanda Lamongan tapi hampir semua di negeri ini. Seni dan karya seni terpinggirkan, sengaja atau ketidak sengajaan. Seni hanya dipandang sebelah mata, di gunakan hanya kalau ada maunya , bukan berarti habis manis sepah dibuang. Timbul pertanyaam mengapa hal  itu bisa?? Disini ada 3 sisi yang tak bisa dipisahkan , dari sisi senimannya, masyarakat atau pihak pemerintah.

 

       Berkaitan dengan Pemilu Kepala Daerah Lamongan yang dihelat 23 mei 2010 ini yang telah ditetapkan 4 kontestan dengan nomer urut 1. Pasangan  Sahabat , 2.Pasangan Obama , 3.Pasangan Faham dan 4.Pasangan Sehati.  Dengan atribut dan kendaraan politik masing-masing, yang digambarkan  dengan 4 mobil diatas akan  ke empatnya akan bersaing-saing  dengan terhormat agar nanti  mampu diurutan terdepan dan akan menyopiri Bus dengan penumpang yang berbagai macam kemauan  dan egonya masing-masing, awalnya pasti kaget, kagok tapi kami  berusaha bersikap yakin keempat pasangan ini akan berkemauan baik untuk menjadikan Lamongan semakin, terdepan dan terhormat diantara kabupaten di jawa timur dan Indonesia umumnya.

 

       LAmongan, 10 tahun terakhir ini terbukti menjadi omongan positip diantara manusia yang dulu apriori terhadap LAmongan, masih beranggapan yang benck dan tandus. Tak bisa dipungkiri ditangan dingin H.Masfuk lelaki asli Glagah, Lamongan melejit bagai Meteor, Lamongan  bagai sulapan, Lamongan pendatang baru yang menakjubkan !!! Untuk memimpin  Lamongan pemimp[n harus mempunyai mimpi besar dan harus pula mampu mewujudkan demi kemakmuran  Lamongan dan pemimpin yang dicintai oleh warganya. Lamongan pasca Masfuk tidak bisa dipimpin oleh orang yang biasa saja, dalam tanda kutip PAS-PASan. Pemimpin lamongan harus punya inovasi, kemampuan, jaringan yang lebih baik , baik di tingkat Propinsi, pemerintah Pusat maupun jaringan Luar Negeri.

 

          Pengganti Masfuk harus lebih bisa memberikan kesejahteraan, berupa pekerjaan maupun  tambahan penghasilan , memiliki uang sehingga mampu menyekolahkan anaknya dan tidak selalu menggantungkan biaya dari pemda berupa beasiswa  bagi warga Lamongan. Pemimpin LAmongan mempunyai terobosan – terobosan tidak hanya dibidang pemerintahan, bisnis , pendidikan,  tetapi juga memperhatikan  Seniman dan karyanya.

 

Apa  yang akan  dilakukan Bupati Lamongan di kepemimpinannya kedepan  terjadap seniman/pelaku seni, sehingga  bisa menikmati segala perkembangan di LAmongan dan tidak di posisikan sebagai PENONTON?

 

     Baik  terhadap seniman pop/modern maupun tradisional.  Seni tradisi dapat berwujut sebagai 1. Seni tradisi ritual untuk upacar-upacara keagamaan dan adat, 2.seni tradisi yang dikemas khusus untuk dinikmati masyarakat luas maupun wisatawan (Arts for mart) . Seni ini mempunyai habitat,pendukung dan aturan main dan tidak perlu dipertentangkan dan dicampur adukkan. Seni tradisional  ini  bisa merupakan komoditas pariwisata daerah,  dapat meningkatkan  kesejahteraan  para pelakunya sekaligus dapat melestarikannya.

 

      Seni tradisi karena tuntutan  ekonomi telah menjaadi suatu realitas di masarakat. Dan Penanganan  komersialisasi senitradisi dengan baik berpoyensi membawa  dampak positip bagi seni tradisi itu sendiri maupun pihak yang terkait. Seperti halnya  tari klasik,  musik jatilan,  jaran dor,  sanduran  tak kan kalah dengan tari klasik, musik klasik, opera sabun yang  dikelola dan dibisniskan secara professional di Negara maju sana. Tetapi juga bisa berakibat pada pendangkalan atau pelecehan  pada seni itu sendiri .

 

      Berkaitan dengan  seni  ini,  bagaimana pemimpin LAmongan yang baru bisa memajukan kesenian serta mampu mensejahrterakan pelaku seni dilamongan, dimana seni tradisi tidak dipojokkan, dilecehkan atau dibiarkan saja?? Mati yo wis , sak karepmu yang penting aku wis dadi bupati  titik.

 

      Selain kita meggugat pihak pemerintah daerah, para pelaku seni juga harus mampu berkreasi, beradaptasi dengan karya-karya  yang tidak monoton, apalagi menijplak karya orang/fihak lain,  seniman  harus mampu menghasilkan karya baru yang unik dan selalu menjadi  bahan pembicaraan seniman lain atau pengamat itu  sendiri akan mengakui , mengagumi dan akan  selalu mengenangnya . Bukan dengan jalan seniman selalu mendatangi para pejabat dengan pakaian aneh dan selalu minta  duit dengan dalih memajukan  seni itu sendiri.

 

        Peningkatan posisi tawar dan daya saing menjadi hal amat penting bagi eksistensi  dan perkembangan seni dan masyarakat pendukungnya. Ada penawaran gagasan bagi Bupati terpilih, sebagai strategi peningkatan posisi tawar  dan daya saing  bagi masyarakat seni tradisi dalam industri pariwisata budaya antara lain :

-         Pengembangan dan pemasaran produk yang sesuai dengan  kebutuhan dan selera pasar.

-         Secara kontinyu mencipya karya baru yang unik dengan fungsi dan manfaat yang sulit ditiru oleh seniman lain.

-         Peningkatan pelayanan kapada peminat  karya seni 

-         Peningkatan integrasi  ke hilir yaitu sebagai Produser atau EO

-         Melakukan kerjasama dengan  menghimpun kekuatan untuk menghadapi  olah pembeli, pemasok atau produk massal.  

-         Mempertahan atau sebisa mungkin untuk  meningkatkan hasil karya seni tradisi , karena produk karya lama akan  semakin kurang diminati karena ada perubahan kebutuhan dan selera pasar dalam dunia bisnis    dikenal dengan istilah  Law of diminishing return. Dan lebih penting lagi karya seni harus Product life cycle, yaitu  massa tumbuhnya, berkembangnya, lamanya dan eksistensi dari karya itu.

 

 

        Untuk Bupati LAmongan  kedepan  STRATEGI  apakah yang jitu untuk bisa dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni di Lamongan?

 

Strategi ini relative mudah untuk dipahami, namun implementasunya jauh lebid rumit dan sulit, karena diperlukan banyak perubahan  yang tergantung masyarakat seni tradisi ini untuk berubah, diantaranya adanya :

 

1.      Perubahan pola piker, dari production oriented ke  serveice orinted

2.      Penguasaan informasi  tentang  bisnis pariwisata budaya

3.      Pengemmbangan Network dan lobby

4.      Komitmen penerapan  konsep Manahement Profesional

5.      Peningkatan SDM yang memiliki kompetensi di bidang Bisnis  dan Management

6.      Pemunculan enterpreneur bidang seni tradisi untuk mewujutkan  kesehajteraan pelaku seni.

 

Tampilnya pemimpin baru LAmongan, yang mampu  menyopiri bus yang menjadi rebutan 4 kontestan yang selanjutnya disebut BUPATI, semoga  akan mampu mensejahterakan  mastarakat LAmongan, menjadi  terbukti  bila mampu  mewujutkan sesuai janji-janji semasa kampanye  dengan mengedepankan kepentingan masayarakat Lamongan, bukan kepentingan kelompoknya, golongannya atau partainya yang mengusung atau karena siapa dulu yang paling banyak mebantunya dalam keuangan.

 

Bupati Lamongan ( dan para pejabatnya ) kedepan mampu menyediakan  Gedung Kesenian atau Balai  Kesenian minimal menyediakan  tempat pementasan atau bisa tampilnya hasil karya para pelaku seni di Lamongan, sehingga dapat dinikmati, diapresiasi ,dikoleksi para pecinta seni sekaligus ajang pembuktian diri sang seniman. Bukan atributnya seniman,  menggunakan kesenimanan untuk kedok mencari popularitas  dan mencari uang ke pejabat.

((( tulisan ini segabai bahan diskusi dikelurahan babat oleh Arifin Katiq)