| Gemuruh BOM-BOM Kertas |
| Written by finkatiq | |
| Wednesday, 29 July 2009 | |
|
Juli. Mengetengahkan salah satu dari sekian Penyair Lamongan, Puisi-Puisi karya KH.Muhammad Dawam S Kertas dan Pemilu, Herry Lamongan Sebuah Turnamen dan Javed Paul Syatha Jangan kuburkan kematianku
KERTAS Benarkah.............. Nasibmu ditentukan diatas kertas Jumlah kuantitas Khalayak mayoritas bukan skenario yang diatas yang samar-sanar melintas menyelinap bergelora dalam kualitas dan do'a umat yang menjerit keatas .
PEMILU Begitu peluit ditutup Bidak-bidak catur disusun dan diatur strategi tempur harapan-harapan mengguyur setiap pecatur yakin manjur Begitulah bel berdentang pikiran memanas ada yang mengganas harta terkuras ada yang milik sendiri hingga bangkrut terkulai ada tang rakyat dihamburkan dibagi-bagi untuk kemenangan diri atau partai Tuhanmaha pengasih'kan memilih pecatur terbersih meski tersisih Tuhan 'kan menganugerahi pahala hakiki kebahagiaan rohani didunia ini dan akhirat nanti KH. Muhammad Dawam S , mei 2004
SEBUAH TURNAMEN Tinggal nyanyi bunglon dalam karcis-karcis dalam kartu nama yang membuktikan diri siapa sampeyan siapa saya pada hiruk jalan cuman nikmat pelajaran terkapar kita baca saat telinga kian kesepian.
Semua telah mengepung semua jadi pensil yang saling mencuri, tapi mestikah ada tanya untuk dendang yang dapat memainkan apasaja, termasuk jam warna mimpi bahkan nasib kusam nasib mengkilat ini ?
Dalam setiap jagongan, kita paham betapa wajah-wajah babak belur yang berdesakan dalam tustel demikian manis dipapan parkir potret-potret di lalulalang kabar sehari-hari.
KTP-KTP itu hanya tiket turnamen hura-hura saya maupun sampean bisa sebagai apa saja : badutnya, penontonnya, atau ringnya . Herry LAmongan , mei 2008
JANGAN KUBURKAN KEMATIANKU Melesatkan jasad ke langit membingkai kegelisahan bayang-bayang, duhai ajari aku bijaksana kekasih kala kesetiaan memelukku dengan sayap cinta yang terpatahkan.
Sungguh, jangan kuburkan kematianku kelak, mengekalkan impian yang pernah aku tinggalkan. "Maka ingin aku ajak saja engkau , menyambung lorong sukmaku " lantaran tak kuasa aku, mengakhiri perjamuan ini denganmu. JavedPaul Syatha, 2005
|
|
| Last Updated ( Wednesday, 29 July 2009 ) |