| ANTUSIASME 1 SYURO |
|
|
|
| Written by finkatiq | |
| Wednesday, 23 December 2009 | |
|
Masyarakat Jawa , khususnya Jawa Tengah memandang 1 syuro yang bertepatan hari Jumat kliwon yang merupakan hari sakral penuh mistis.
Pelan namun pasti, setelah menginap semalam tepatnya malem kamis 24 Desember 2009 di Cemoro Kandang kabupaten Magetan, kumenyusur puncak Lawu yang kali ini tidak ramai sebagaimana mestinya. Apa ini karena seringnya hujan dan longsor atau sebab lain, namun para LAKU bathin tetap menyusuri untuk bisa bermalam di puncak lawu dengan segenap misteri dan kekarepan yang bersemayam dalam kalbunya. Mengintip perjalanan seriritual kali ini , hati semakin kecil saat menginjak puncak cokrohonggo dimana saat siang itu mentara tepat diatas kita dengan aroma dupa membikin bulu kuduk berdiri. Perjalan semakin mencekam saat melintas daerah ondo rante yang licin amat, setelah ada kesegaran aroma ditaman dewa dengan aneka bunga mekar dan kupu-kupu mempertontonkana kepiawaiannya berjumpalitan diudara.
Perjalanan yang menguras keringat namun tak sampai melelahkan bila dibanding menyusur puncak Merapi di Magelang berliku dengan aneka orang yang aneh menurut ukuran keseniaman lebih edan dibanding seniman sejati, ada yang kukunya panjang-panjang, pandangan waskito, tak terkecuali setiap berjalan selalu memainkan rosario besarnya dan terlihat beberapa pria kuning dan wanitanya. akhirnya menjelang senja sampailah dipuncak Lawu dan sesegera mungkin membuat bivak, sambil harap-harap cemas, jangan-jangan nanti aku melihat lagi pasar demit malam hari. semua bertujuan hampir sama Ngalap berkah. Minta Keselamatan dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan .
Ingatanku saat itu seakan aku masih di Jogja bareng mas Kacuk winasis Jogja karip kang Permadhi , berkeliling Keraton rame-rame bersahaja, pelan namun pasti. Berkeliling minimal 7 putaran, setiap putaran mengelilingi keraton kurang lebih 5,5 km. lalu dilanjutkan jalan mata tertutupdi alaon-alon kidul diantara dua pohon beringin besar. Percaya atau tidan banyak yang tak sampai melewati padahal jaraknya cuma 50 meter. banyak yang melenceng. " Wah cah kuwi mesti rajin olehe poso lan olah batihin, kok lempeng banget mlakune " ujar mbah Sarminem melihat anak krempeng yang enak sekali tanpa beban.
Doa minta keselamatan juga dilakukan di kecamatan Selo (batu) Kabupaten Boyolali saat menuju puncak Merapi. Namun selain melaksanakan tradisi yang turun temurun, pemerintah daerah setempat mengemas tradisi sebagai tempat sajian wisata. Karena kali ini Sedekah Merapi dilengkapi dengan kirap Mahesa yang menempuh jarak 600 meter, mulai lapangan Selo menuju joglo merapi. Kirap dimulai pemuka masyarakat yang menuntun Mahesa(kerbau) yang akan disembelih sebagai ungkapan syukur diikuti delapan kelompok tari tradisional , seperti topeng ireng, tablo, kuda kepang atau kuda lumpingan. Lalu kepala Mahesa di arak kepuncak sampai malam sebagai persembahan pada shang Hyang Widi Wisesa.
Peringatan malam 1 syuroan diselenggakan masyarakat sebelah selatan Jawa, sedang daerah jawa sisih utara banyak melakukan pada grebeg Besarnya. Tradisi puncak songolikuran di desa Rahtawau kecamatan Gebog Kudus juga dijadikan ngalap berkah,mereka beranggapan bila berhasil sampai puncak segala permintaannya akan terkabulkan. Yang tak kalah asyiknya saat 1 syura nelayan teluk Penyu kemiren Srandil sampai wisata pantai Widara Puyung Cilacap, bentuk ritualnya seragam , Untuk konsumsi wisata? dimulai dengan melekan bareng paginya ada pementasan Lenger, arak-arakan sesajen, fragmen Bahurekso dan Sapu jagat, larung sesaji serta wayang kulit semalam suntuk . Memang yang ini sengaja untuk kanjeng ratu laut Kidul. sesaji larung juga dilakukukan pantai Puger dan larung di Banyuwangi melengkapi segenap ritual malem 1 syuroan. Klasik , mistis dan penuh palajaran sufisme bila kita mengamati segala olah tradisional, tanpa mengecilkan arti yang saat ini didengung-dengungkan kembali kealam, namun sejatinya tangannya penuh darah untuk merusak alam, dengan dalih Global woaming, pemanasan global ,pesona ibu yang diperingati tiap 22desember . Tulisku kusembahkan tuk sang rimba dan komunitas lingkungan arus baya . |
|
| Last Updated ( Wednesday, 23 December 2009 ) |
| < Prev | Next > |
|---|