Beranda
OGOH-OGOH TAWUR KESANGA PDF Print E-mail
Written by finkatiq   
Thursday, 26 March 2009
Sample Image13 Ogoh-ogoh diarak keliling Tugu Pahlawan surabaya,  sebelumnya selalu di Taman Bungkul mengawali proses peringatan hari Nyepi  26 Maret 2009. Mereka merayakan Upacara Pecaru diteruskan  upacara Tawur Kesanga yang dihadiri 3.000 an Umat Hindu. Tawur Kesanga merupakan upacara keagamaan Hindu yang kali pertama dilaksanakan di Tugu Pahlawan.  Ada yang memakai pakaian adat Madura, Bali, dan Jawa. Yang pria menggunakan ikat kepala dan belangkon, yang wanita menggunakan kebaya dan sarung. Semua disarankan menggunakan anteng (ikat pinggang) putih atau kuning.

Upacara didahului dengan penyucian banten bebangkit (sesajen besar), banten, dan sarana sakral lain. Penyucian menggunakan tirta suci itu dilakukan para pamangku dari pura-pura di Surabaya dan sekitarnya.
Persembahyangan Mecaru kemarin dipimpin Pedanda Ida Pandita Gede Anom Jala Karana Manuaba. Dia duduk di singgasana tersendiri yang letaknya lebih tinggi dari umat lain. Para umat yang hadir tampak mengikuti doa yang diucapkan pedanda dalam bahasa Jawa Kawi.

Setelah melakukan persembahyangan, sesaji kembali disucikan oleh para pamangku. Acara inti pun dilakukan. Para pamangku merobohkan semua banten yang dipersembahkan untuk Betara Kala. Banten tersebut terdiri atas berbagai sesembahan. Selain bunga dan buah-buahan, ada yang berupa anak anjing, kambing, bebek, angsa, dan babi panggang. Seusai persembahyangan, sebagian pamangku memukulkan jalinan janur dan bambu ke tanah. Pamangku yang lain membunyikan kentungan di sekitar plinggih (meja besar tempat sesaji) yang dipersembahkan untuk Betara Kala. Tiga potong bambu juga turut dibakar dalam acara tersebut. Setelah itu, salah seorang pamangku menyiramkan air ke bambu yang dibakar hingga menimbulkan bunyi letusan. ''Itu pertanda penutup upacara,'' kata Angsral.

 13 ogoh-ogoh diarak berkeliling Tugu Pahlawan berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Barisan ogoh-ogoh itu dikawal para penabuh gamelan yang mengenakan topeng dengan mimik muka lucu dan kocak. Setiap ogoh-ogoh diangkat 20 orang. Mereka menggerakkan ogoh-ogoh dengan berbagai variasi, maju, mundur, naik, dan turun. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, ogoh-ogoh diarak pulang ke pura masing-masing selanjutnya dibakar sebagai simbol pemusnahan hawa neagatif * (Fink. JP.KOM)
Last Updated ( Thursday, 26 March 2009 )
 
< Prev   Next >
JA slide show

Who's Online

We have 4 guests online

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini35
mod_vvisit_counterBulan ini550
mod_vvisit_counterJumlah10643

Profil Anggota

Fin Katiq

Fotografi


demo/sam-4.jpg
demo/sam-5.jpg
demo/sam-6.jpg
demo/sam-7.jpg
demo/sam-8.jpg
demo/sam-9.jpg


Sastra

Forum Sastra Lamongan  Adalah kumpulan anak muda Lamongan, Jawa Timur. Yang guyub bekerja di bidang sastra.

Contact us

Sekretariat  DKL
Jl. Lamongrejo No. 26 Lamongan
Site : www.dkl-lamongan.org
Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it