|
Banjir belum mau meninggalkan Jawa Timur. Kemarin, setidaknya ada enam kabupaten di propinsi ini yang terendam banjir. Yakni, Lamongan, Tuban, Madura, Mojokerto, Pasuruan dan Jember.
Banjir di Lamongan dan Tuban, masih terkait dengan luapan air Bengawan Solo. Namun, kali ini yang meluap adalah anak sungai Bengawan Solo, lebih dikenal sebutan Sungai Bengawan nJero. Jumlah Rumah penduduk yang terendam kian bertambah. Sejumlah jalan kabupaten juga lumpuh. Padahal, sehari sebelumnya rumah penduduk yang terendam banjir berkurang. Hujan deras disertai angin mengguyur lamongan dua hari berurutan habis magrib.
Jalan kabupaten antara Turi-Kalitengah lumpuh karena terendam banjir setinggi satu meter di ruas jalan antara Desa Tiwet dan Dusun Glumo Kalitengah. Jalan poros Lamongan - Mojokerto tepatnya desa Sanur meluber menyebabkan anak sekolah dan pegawai berangkat senam terlambat.
Selain itu, jalan kabupaten antara Sukodadi-Karanggeneng juga tergenang air setinggi sekitar setengah meter pada dua ruas, yakni antara Banjarmadu-Pucangro dan Sungelebak-Simo, Kecamatan Karanggeneng. Jalan Soko Glagah - Ke Manyar Gresik pun terputus arus lalulintasnya.
Di Mojokerto, curah hujan tinggi kembali menimbulkan banjir di sejumlah titik. Setidaknya, ribuan hektare sawah, ratusan rumah, dan beberapa kilometer ruas jalan desa tergenang air hingga semeter.
Sama halnya dengan Lamongan, Tuban dan Mojokerto, Sampang kali ini juga kedatangan air bah. Banjir kali ini merupakan kali ketiga dalam dua pekan ini. Banjirpun menyapa Pasuruan dan Jember. Tak bisa saling tuding, bagaimana sekarang mengatasi minimal membantu pemecahan kerutinan banjir kali ini.Kabupaten Lamongan dan Gresik setiap tahun ada kerutinan menerima limpahan air dari hulu dengan anak sungainya. Cemerlang sekali Ide H.Masfuk menyerukan bentuk Forum Kerja sama daerah aliran sungai (DAS), yang bertujuan mengatasi masalah banjir yang hampir terjadi setiap tahun. " Pembentukan forum kerja sama daerah yang dilewati Bengawan Solo seperti yang diungkapkan Pak Samsul Ma'arif (Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana ), cukup setrategis direalisasikan untuk mengatasi banjir seperti ini " , Kata Masfuk, saat melakukan sidak dengan segenap Muspuka Lamongan di Desa Bulutigo kecamatan Laren, senin 2 maret 2009. |